Sabtu, 12 Juli 2014

Pemanfaatan Teknologi dalam Pilpres 2014

Peran Sosial Media Sebagai Media Kampanye Politik

Sosial media dianggap sebagai media komunikasi yang efektif untuk berkampanye politik dalam mensosialisasikan capres terhadap masyarakat dengan memanfaatkan jejaring sosial yang ada dan banyak digunakan masyarakat seperti twitter, facebook, blog, dll. Hal inilah yang rupanya menjadi incaran tersendiri bagi para figur panggung politik yang akan menaiki tahta kepresidenan 9 Juli mendatang untuk berkampanye dan menjaring seluruh komunitas dalam masyarakat melalui sosial media. Terbukti, belakangan ini berkampanye melalui media sosial menjadi trend tersendiri dalam dunia politik terutama menjelang pilpres 9 Juli bahkan terdapat gerakan-gerakan khusus dari simpatisan untuk berkampanye di dunia maya.

Reposisi Media Massa dalam Kampanye Pilpres 2014

Fenomena koalisi pemilik media televisi pada pasangan capres tertentu membuat idealisme jurnalistik berrubah posisinya (reposisi) menjadi jurnalisme keberpihakan ( baca : jurnalisme keberpihakan ). Hal ini patut disayangkan karena publik yang seharusnya disajikan informasi yang berimbang akhirnya harus menerima informasi yang sarat keberpihakan.

Media dan pemiliknya menjadi salah satu tren isu tersendiri pada Pemilu 2014. Pemilik media menjadi penting dalam kancah perpolitikan Indonesia karena mereka merupakan bagian dari elit partai peserta Pemilu 2014, di antaranya: Surya Paloh (Pimpinan Nasdem) dengan media Metro TV dan Koran Media Indonesia, Aburizal Bakrie (Ketum Golkar) dengan TVOne dan ANTV, Hari Tanoesoedibjo (Partai Hanura) dengan MNC TV, RCTI, Global TV dan Koran Sindo. Ketiga elit politik tersebut dalam Pemilu Presiden 2014 telah menentukan arah koalisinya untuk memenangkan Pilpres. ( sumber : http://news.detik.com/read/2014/05/21/112917/2588071/103/koalisi-pemilik-media-dalam-pilpres-2014 )

Teknologi Informasi KPU tidak Pernah Maju

Sudah menjadi cerita lama bahwa TI di KPU tidak pernah digarap dengan baik. Berbagai peristiwa yang menyasar ke TI KPU sering terjadi. Mulai dari adanya unsur korupsi dalam pembangunannya hingga berhasilnya hacker mengobrak-abrik konten server KPU. Kejadian-kejadian di atas sepertinya tidak pernah membuat kapok KPU untuk membenahi TI nya dan sepertinya hingga Pikpres 2014 ini.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. parade-teknologi.blogspot.com - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz